Minggu, 27 Mei 2012

Pertemuan 4


Jika kita tidak mampu menjadi pelita yang menerangi malam, maka jadilah
 kunang-kunang yang menghiasi malam
(  Renungan 2012 )

Pertemuan IV


Fungsi media pembelajaran
dalam konteks kegiatan pembelajaran.

Dewasa ini di dalam kegiatan pembelajaran masih banyak guru-guru yang enggan memanfaatkan media yang ada. Makin banyak kecenderungan bahwa para siswa dibiasakan untuk sekedar mendengar apa yang diajarkan oleh guru,kemudian mencatat dan dipaksa untuk menghafalkannya diluar kepala.

Kondisi semacam ini jelas akan menghasilkan sikap verbalisme, yang menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan kegiatan pembelajaran menjadi
cepat menjemukan.

Untuk itu dalam rangka mengembangkan Cara Mengajar Guru Aktif (CMGA), serta mengembangkan keterampilan proses pada peserta didik, harus ada penekanan dalam penggunaan berbagai media (multimedia) pembelajaran yang sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran.

Penggunaan media di dalam kegiatan pembelajaran pada mulanya hanya berfungsi sebagai alat visual (alat peraga) dalam kegiatan pembelajaran, yaitu berupa sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa, guna meningkatkan motivasi belajar, memperjelas serta mempermudah konsep yang abstrak, dan mempertinggi retensi (daya serap) siswa.

Pada kira-kira pertengahan abad ke-20, dengan masuknya pengaruh dari teknologi audio, lahirlah peraga audio visual yang menekankan penggunaan pengalaman yang konkret untuk menghindari verbalisme.

Pada akhir tahun 1950, teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio-visual, sehingga fungsi media sebagai alat peraga mulai tergeser menjadi penyalur pesan/informasi belajar. Tahun 1960, teori tingkah laku (behaviorism-theory) ajaran BF.Skinner, mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran.

Menurut teori ini mendidik adalah mengubah tingkah laku siswa. Karenanya orientasi tujuan pembelajaran (tujuan instruksional) haruslah mengarah kepada
perubahan tingkah laku siswa. Teori ini mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah laku siswa sebagai hasil kegiatan pembelajaran.
Media pembelajaran yang terkenal sebagai produk dari teori ini adalah teachingmachine dan programmed-instruction.

Sejak tahun 1965 dimana penggunaan pendekatan sistem (system approach) mulai memasuki khasanah pendidikan maupun kegiatan pembelajaran. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Bahkan JAMES W BROWN (1977), tokoh dalam bidang teknologi, media dan metode pembelajaran, memandang bahwa media itu sebagai central-elements, dengan mengatakan: “Media are regarded as central-elements in the approach to the systematic instruction”.

Program pembelajaran yang termasuk didalamnya (involve) media pembelajaran dilaksanakan secara sistematik berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada perubahan tingkah laku siswa dengan tujuan yang akan dicapai.

Dalam usaha untuk memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar ini EDGAR DALE (1969) dalam bukunya “Audio visual methods in teaching” membuat klasifikasi pengalaman berlapis menurut jenjang/tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian terkenal dengan nama Kerucut Pengalaman (the cone of experience) dari Edgar Dale, yang terdiri dari 11 jenjang, meliputi: pengalaman langung, observasi, partisipasi, demonstrasi, wisata, TV, film, radio, visual, simbol visual dan lambang verbal (kata-kata).


Dengan konsepsi yang semakin mantap, fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak lagi sekedar peraga bagi guru melainkan pembawa informasi/pesan pembelajaran yang dibutuhkan siswa.

Dengan demikian pola interaksi edukatif akan lebih bervariasi hingga meliputi 5 pola berikut  :

1.   Sumber berupa orang saja (seperti yang kebanyakan terjadi di sekolah kita sekarang)
2.   Sumber berupa orang yang dibantu oleh/dengan sumber lain.
3.  Sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggung jawab.
4.   Sumber lain saja tanpa sumber berupa orang.
5.   Kombinasi dari keempat pola tersebut dalam bentuk suatu sistem.

Bila digambarkan pola tersebut menjadi sebagai berikut:

Secara praktis media pembelajaran memiliki beberapa fungsi penting, antara lain :

1
Mengkonkretkan konsep-konsep yang bersifat abstrak, sehingga dapat
mengurangi verbalisme. Misal dengan menggunakan gambar, skema, grafik,
model, dsb.


2
Membangkitkan motivasi, sehingga dapat memperbesar perhatian individual
siswa untuk seluruh anggota kelompok belajar sebab jalannya pelajaran tidak
membosankan dan tidak monoton.


3
Memfungsikan seluruh indera siswa, sehingga kelemahan dalam salah satu
indera (misal: mata atau telinga) dapat diimbangi dengan kekuatan indera
lainnya.

4
Mendekatkan dunia teori/konsep dengan realita yang sukar diperoleh dengan cara-cara lain selain menggunakan media pembelajaran. Misal untuk memberikan pengetahuan tentang pola bumi, anak tidak mungkin memperoleh pengalaman secara langsung. Maka dibuatlag globe ebagai model dari bola bumi. Demikian juga benda-benda lain yang terlalu besar atau terlalu kecil, gejala-gejala yang gerakannya terlalu cepat atau terlalu lambat, gejala-gejala/obyek yang berbahaya maupun sukar didapat, hal-hal yang terlalu kompleks dan sebagainya, semuanya dapat diperjelas menggunakan media pembelajaran.

5
Meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi langsung anatar siswa
dengan lingkungannya. Misalnya dengan menggunakan rekaman,
eksperimen, karyawisata, dsb.


6
Memberikan uniformitas atau keseragaman dlam pengamatan, sebab daya
tangkap setiap siswa akan berbeda-beda tergantung dari pengalaman serta
intelegensi masing-masing siswa. Misalnya persepsi tentang gajah, dapat
diperoleh uniformitas dalam pengamatan kalau binatang itu diamati langsung
atau tiruannya saja dibawa ke muka kelas.


7
Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun
disimpan menurut kebutuhan. Misalnya berupa rekaman, film, slide, gambar,
foto, modul, dsb.

3 komentar:

  1. Balasan
    1. OK tetap semangat tp ingat Blog ini bukan satu2x sumber belajar silakan berinteraksi dengan sumber belajar yang lain.... semoga sukses !

      Hapus